
SUMBER FOTO : https://www.instagram.com/gusipul_id
JAKARTA, NusavaraNews.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler tahap pertama direncanakan mulai bergulir pada Februari 2026.
Bantuan yang akan disalurkan meliputi Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Total penerima manfaat diperkirakan mencapai 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Gus Ipul menjelaskan, selama ini mekanisme penyaluran bansos masih mengandalkan dua jalur utama, yakni melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.
Terkait wacana penyaluran bantuan sosial melalui Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), Gus Ipul menegaskan bahwa kebijakan tersebut belum diputuskan dan masih menunggu arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Meski demikian, pemerintah saat ini tengah mendorong agar KPM tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan ekonomi desa. Salah satunya dengan menjadi anggota koperasi desa dan terlibat dalam produksi barang yang dapat dipasarkan melalui Kopdes.
Ia menambahkan, keikutsertaan KPM dalam koperasi memungkinkan mereka memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) pada akhir tahun, selain berperan sebagai konsumen dan pelaku usaha.
Namun demikian, Gus Ipul menekankan bahwa rencana pelibatan KPM dalam Kopdes masih bersifat kajian awal. Pemerintah akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan koperasi desa sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara luas.